Karya : B. J Habibie
RESUME
BAB 1 (Sekali
Peristiwa di Rangga Malela 11B)
Cerita ini diawali dengan pengenalan latar waktu dan tempat
dimana J.E Habibie yaitu sebagai adik kandung B.J Habibie mengajak Habibie
untuk mengunjungi ke Keluarga Besari yang sudah lama tak dikunjungi selama 7
tahun terakhir semenjak Habibie pindah ke Jerman.Rumah itu terletak di Jalan
Rangga Malela no.11B yang dulunya di Ciumbeluit.
BAB 2
(Harmoni dari Dua Dunia)
Setelah liburan Idul Fitri, Ainun dan Habibie beserta
keluarganya bertugas masing-masing.Selama di Jakarta Habibie selalu berduaan
dengan Ainun seperti makan di tempat favorit mereka,Habibie menjemput Ainun
setelah selesai bekerja,dan bersunda gurau dengan ayah Ainun .Sehingga selama 3
bulan terakhir Habibie mengalami perubahan yang paling signifikan adalah
perubahan lingungan pribadinya.
BAB 3
(Keseharian di Oberforstbach)
Sisa waktu seminggu sebelum cuti berakhir Habibie
memanfaatkan untuk acara perpisahan dengan keluarga dan kawan-kawan di Badung
dan Jakarta.Setelah perpisahan Habibie dan Ainun terbang ke Jerman dan mendarat
di Aachen.Penjemputan di lapangan terbang Disseldorf sangat berkesan dan
memberi perasaan kekeluargaan.Habibie dan Ainun diberi kue dan bunga.Di Aachen
mereka tinggal di Jalan Preuβweg no 123.Setelah beberapa pekan
mereka pindah ke Oberforstbach.Di sini rumah tangga merka dimulai.
Tiga bulan pertama Habibie bekerja di Talbot,Habibie hampir
tidak tidur sama sekali.Ainun mendampingi dan membantu Habibie dalam bidang
ilmu rekayasa,eksakata dan fisika.Selama di Talbot Habibie mendapat banyak ilmu
baru mengenaiGerbong Ruang Luas atau dalam bahasa Jerman yaitu Grosβraum Wagen
BAB 5 (Dia
yang Memberi Ilham)
Walaupun Ainun sudah mengandung 7 bulan,ia tetap
muntah,meludah dan sering susah makan.Ainun rutin diperiksa oleh dokter
kandungan.Dengan semangat motivasi dan ilham dari Ainun, Habibie lebih
produktif.Habibie hampir tidak tidur sama sekali dan terus bekerja.Setelah
menunggu beberapa bulan, akhirnya anak mereka lahir pada tanggal 16 Mei 1963
pukul 01.00 dan diberi nama Ilham Akbar Habibie
BAB 6
(Tidak Meningkari Sumpahku)
Setelah Ainun pulang dari rumah sakit dan membawa
bayi,kehiupan mereka sangat berubah dan mendapat kenikmatan tersendiri.Habibie
mendapatkan tawaran dari Professor Ebner.Mereka mendiskusikan pro dan kontra
lalu menyimpulkan bahwa sebaiknya kami tetap setia pada program perjuangan
bangsa.Dari kepentingan pribadi mungkin tawaran ini harus kami terima namun
pandangan dari kepentingan pembangunan bangsa,sebaiknya ditolak dan berusaha
bekerja di industri dirgantaranda dan membangun Benua Maritim Indonesia.Akhirnya
Ainun meyerahkan keputusan kepada Habibie dengan persyaratan tidak lupa dan
mengingkari “Sumpah”.Intinya Habibie dan Ainun menolak tawaran pekerjaan dari
Jerman demi memajukan bangsa Indonesia.
BAB 7
(Mendapat Anugerah “Si Perintis yang Sempurna”)
Sejak tanggal 1 September 1965 Habibie mulai bekerja di perusahaan
Hamburger Flugzeugbau HFB dan Ainun
sibuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Mereka pindah dari desa
Oberforstbach dekat dengan Aachen ke Hamburg kota besar di Jerman.Karena sibuknya,Habibie
tidak megetahui bahwa Ainun mengandung anak yang kedua.Ainun ingin memberi
bayinya “Nadia Fitri” jika permpuan dan “Thareq” jika laki-laki
*p.s : sebenarnya bab pada novel ini ada 37 tapi saya baru
baca sampai bab 7*
Tugas 1
1. Apa judul dan tema buku yang kamu baca?
Jawaban : Judul novel yang saya baca adalah Habibie dan Ainun,tema dari novel
itu adalah percintaan dan perjuangan. Karena berisi tentang kisah cinta Habibie
dan Ainun sejak mereka pertama bertemu dan akhirnya menikah dan punya
anak,serta perjuangan Habibie dan Ainun dalam membangun bangsa Indonesia.
2. Bidang ilmu apa yang dibahas dalam buku yang kamu baca?
Jawaban : Bidang ilmu pengetahuan dan teknologi karena meceritakan tentang pengalaman
Habibie selama di Jerman mengenai teknologi yang ia ciptakan dan ia kembangkan.
3. Apakah buku tersebut ditunjang oleh gambar, grafik, foto, ilustrasi,
dan tabel?
Jawaban : Buku tersebut tidak memilik foto,gambar,ilustasi maupun tabel, buku
tersebut hanya berisi tulisan untuk menyampaikan isinya,sehingga menurut saya
kurang menarik apabila tidak ada gambar dan lain-lain.
4. Apakah sistematika buku mudah diikuti?
Jawaban : Iya, sistematika dalam buku ini mudah dipahami
5. Apakah bahasanya mudah dipahami?
Jawaban : Bahasa mudah dipahami,tetapi ada beberapa kalimat serta kata
menggunakan bahasa asing sehingga kita perlu menerjemahkan agar mengerti.
6. Bagaimana penulis membuka dan mengakhiri tulisannya?
Jawaban : Penulis membuka cerita dengan memperkenal situasi awal Habibie
mengunjungi rumah lamanya. Kisah manis ini kemudian
ditutup dengan kematian ibu Ainun akibat kanker yang dideritanya selama
bertahun-tahun. Salah satu kisah paling mengharu biru dalam buku ini adalah
pada saat ibu Ainun hendak dioperasi. Biasanya pak Habibie selalu datang
menjenguknya di waktu yang sama. Hanya saja karena hari itu Ibu Ainun menjalani
Operasi, Bapak Habibie tidak diperkenankan masuk ruangan tempat ibu Ainun
dirawat. Hal ini kemudian mengguncang jiwa bu Ainun. la menangis sedih, karena
ia berpikir ada hal buruk yang membuat suaminya belum datang. Ibu Ainun, wanita
penyabar tersebut, masih mengkhawatirkan suaminya meski faktanya ia tengah
sekarat. Begitulah cinta yang selalu belajar untuk tulus.