Thursday, November 28, 2019

ULASAN BUKU NONFIKSI

 Image result for habibie dan ainun novel



 Judul : Habibie & Ainun
Karya : B. J Habibie

RESUME

BAB 1 (Sekali Peristiwa di Rangga Malela 11B)
Cerita ini diawali dengan pengenalan latar waktu dan tempat dimana J.E Habibie yaitu sebagai adik kandung B.J Habibie mengajak Habibie untuk mengunjungi ke Keluarga Besari yang sudah lama tak dikunjungi selama 7 tahun terakhir semenjak Habibie pindah ke Jerman.Rumah itu terletak di Jalan Rangga Malela no.11B yang dulunya di Ciumbeluit.
BAB 2 (Harmoni dari Dua Dunia)
Setelah liburan Idul Fitri, Ainun dan Habibie beserta keluarganya bertugas masing-masing.Selama di Jakarta Habibie selalu berduaan dengan Ainun seperti makan di tempat favorit mereka,Habibie menjemput Ainun setelah selesai bekerja,dan bersunda gurau dengan ayah Ainun .Sehingga selama 3 bulan terakhir Habibie mengalami perubahan yang paling signifikan adalah perubahan lingungan pribadinya.
BAB 3 (Keseharian di Oberforstbach)
Sisa waktu seminggu sebelum cuti berakhir Habibie memanfaatkan untuk acara perpisahan dengan keluarga dan kawan-kawan di Badung dan Jakarta.Setelah perpisahan Habibie dan Ainun terbang ke Jerman dan mendarat di Aachen.Penjemputan di lapangan terbang Disseldorf sangat berkesan dan memberi perasaan kekeluargaan.Habibie dan Ainun diberi kue dan bunga.Di Aachen mereka tinggal di Jalan Preuβweg no 123.Setelah beberapa pekan mereka pindah ke Oberforstbach.Di sini rumah tangga merka dimulai.
 BAB 4 (Penantian Sepasang Mata yang Indah)
Tiga bulan pertama Habibie bekerja di Talbot,Habibie hampir tidak tidur sama sekali.Ainun mendampingi dan membantu Habibie dalam bidang ilmu rekayasa,eksakata dan fisika.Selama di Talbot Habibie mendapat banyak ilmu baru mengenaiGerbong Ruang Luas atau dalam bahasa Jerman yaitu Grosβraum Wagen
BAB 5 (Dia yang Memberi Ilham)
Walaupun Ainun sudah mengandung 7 bulan,ia tetap muntah,meludah dan sering susah makan.Ainun rutin diperiksa oleh dokter kandungan.Dengan semangat motivasi dan ilham dari Ainun, Habibie lebih produktif.Habibie hampir tidak tidur sama sekali dan terus bekerja.Setelah menunggu beberapa bulan, akhirnya anak mereka lahir pada tanggal 16 Mei 1963 pukul 01.00 dan diberi nama Ilham Akbar Habibie
BAB 6 (Tidak Meningkari Sumpahku)
Setelah Ainun pulang dari rumah sakit dan membawa bayi,kehiupan mereka sangat berubah dan mendapat kenikmatan tersendiri.Habibie mendapatkan tawaran dari Professor Ebner.Mereka mendiskusikan pro dan kontra lalu menyimpulkan bahwa sebaiknya kami tetap setia pada program perjuangan bangsa.Dari kepentingan pribadi mungkin tawaran ini harus kami terima namun pandangan dari kepentingan pembangunan bangsa,sebaiknya ditolak dan berusaha bekerja di industri dirgantaranda dan membangun Benua Maritim Indonesia.Akhirnya Ainun meyerahkan keputusan kepada Habibie dengan persyaratan tidak lupa dan mengingkari “Sumpah”.Intinya Habibie dan Ainun menolak tawaran pekerjaan dari Jerman demi memajukan bangsa Indonesia.
BAB 7 (Mendapat Anugerah “Si Perintis yang Sempurna”)
Sejak tanggal 1 September 1965 Habibie mulai bekerja di perusahaan Hamburger Flugzeugbau HFB dan Ainun sibuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Mereka pindah dari desa Oberforstbach dekat dengan Aachen ke Hamburg kota besar di Jerman.Karena sibuknya,Habibie tidak megetahui bahwa Ainun mengandung anak yang kedua.Ainun ingin memberi bayinya “Nadia Fitri” jika permpuan dan “Thareq” jika laki-laki

*p.s : sebenarnya bab pada novel ini ada 37 tapi saya baru baca sampai bab 7*


Tugas 1
1.     Apa judul dan tema buku yang kamu baca?
Jawaban : Judul novel yang saya baca adalah Habibie dan Ainun,tema dari novel itu adalah percintaan dan perjuangan. Karena berisi tentang kisah cinta Habibie dan Ainun sejak mereka pertama bertemu dan akhirnya menikah dan punya anak,serta perjuangan Habibie dan Ainun dalam membangun bangsa Indonesia.

2.     Bidang ilmu apa yang dibahas dalam buku yang kamu baca?
Jawaban : Bidang ilmu pengetahuan dan teknologi karena meceritakan tentang pengalaman Habibie selama di Jerman mengenai teknologi yang ia ciptakan dan ia kembangkan.

3.     Apakah buku tersebut ditunjang oleh gambar, grafik, foto, ilustrasi, dan tabel?
Jawaban : Buku tersebut tidak memilik foto,gambar,ilustasi maupun tabel, buku tersebut hanya berisi tulisan untuk menyampaikan isinya,sehingga menurut saya kurang menarik apabila tidak ada gambar dan lain-lain.

4.     Apakah sistematika buku mudah diikuti?
Jawaban : Iya, sistematika dalam buku ini mudah dipahami

5.     Apakah bahasanya mudah dipahami?
Jawaban : Bahasa mudah dipahami,tetapi ada beberapa kalimat serta kata menggunakan bahasa asing sehingga kita perlu menerjemahkan agar mengerti.

6.     Bagaimana penulis membuka dan mengakhiri tulisannya?
Jawaban : Penulis membuka cerita dengan memperkenal situasi awal Habibie mengunjungi rumah lamanya. Kisah manis ini kemudian ditutup dengan kematian ibu Ainun akibat kanker yang dideritanya selama bertahun-tahun. Salah satu kisah paling mengharu biru dalam buku ini adalah pada saat ibu Ainun hendak dioperasi. Biasanya pak Habibie selalu datang menjenguknya di waktu yang sama. Hanya saja karena hari itu Ibu Ainun menjalani Operasi, Bapak Habibie tidak diperkenankan masuk ruangan tempat ibu Ainun dirawat. Hal ini kemudian mengguncang jiwa bu Ainun. la menangis sedih, karena ia berpikir ada hal buruk yang membuat suaminya belum datang. Ibu Ainun, wanita penyabar tersebut, masih mengkhawatirkan suaminya meski faktanya ia tengah sekarat. Begitulah cinta yang selalu belajar untuk tulus.


No comments:

Post a Comment